Diklat online, diklat guru, diklat daring, diklat pendidikan, seminar online, seminar guru
Apa kabarnya sahabat? Seperti biasa tiap hari selasa sahabat saya suguhkan artikel yang berisi seputar ilmu ilmu kependidikan. Untuk hari ini kita masih membahas berkenalan dengan puisi bagian F. Sebelumnya kita sudah membahas:

A. Pengertian puisi
B. Struktur Puisi
C. Unsur-Unsur Puisi
D. Kata-kata Dalam Puisi
E.Sajak Dalam Puisi

Nah hari ini kita lanjutkan membahas tentang majas dalam puisi.

Mari sahabat kita mulai dengan puisi lama ya?

Di alun alun kota kita bersua
Merangkai kisah dua dunia
Di antara senyum dan suka cita
Kita patri asa pada yang kuasa

MAJAS DALAM PUISI

Majas adalah kiasan untuk melukiskan sesuatu dengan jalan membandingkan, mempertentangkan, mempertautkan, atau mengulangi katanya. Maka yang terkandung dalam majas memiliki arti yang berbeda dengan yang sebenarnya. Memiliki arti kiasan.

Tujuan mengapa majas digunakan dalam penulisan puisi adalah untuk menambah dan meningkatkan nilai dari indahnya larik yang terdapat dalam puisi tersebut. Sehinga orang yang membaca merasakan kepuasan dan ikut hanyut dalam halusinasi yang penulis tuangkan.

Majas terdiri atas beberapa macam, yaitu:
Majas perbandingan
Majas pertentangan
Majas pertautan
Majas perulangan

1. MAJAS PERBANDINGAN
Majas perbandingan adalah bahasa kiasan yang digunakan untuk membandingkan antara dua hal yang sebenarnya berbeda. Namun dibanding-bandingkan sehingga dua hal tersebut mempunyai sisi kesamaan. Majas-majas perbandingan adalah sebagai berikut:

# Personofokasi
Majas yang membandingkan benda-benda tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia atau seperti makhluk yang bernyawa.

Contoh majas personifikasi

Sepi, gelap mencekam, hanya tersisa tubuh yang dipeluk
alam, menggigil kedinginan.

Hari ini satu harapku, pelangi akan muncul tersenyum padaku.

Dompet mulai berbisik meminta untuk segera di isi.

Matahari pagi muncul menyapa orang orang yang tengah menyemai disawah.

Teriakan petir seakan hendak menghancurkan dunia.

Komputer ini menyelesaikan semua tugas tugas yang diberikan padaku selama ini.

Baju baju di toko itu menggodaku untuk memilikinya.

Mata orang pada lukisan itu terus mengikuti dan menatapku.

Hari berjalan begitu cepat seolah tak ada jeda untuk sekedar menarik nafas dalam dalam.

Tulisannya menceritakan betapa menderita kehidupannya dahulu kala.

Sesekali perlu untuk berwisata ke pedesaan mendengarkan merdunya nyanyian alam.

Cahaya matahari mengintip dari balik jendela kamarku, memaksaku untuk terbangun.

Sudah dua jam lebih pemadam kebakaran bertarung melawan api di lokasi kebakaran.

Bulan dan bintang akan terus menemani perjalanan malam ini.

Tarian daun berguguran begitu indah dilihat saat senja seperti ini.

Karang besar itu menghalangi ombak yang berlarian menuju pantai.

Gugusan pulau semakin tahun berkurang terkikis oleh hantaman ombak setiap hari.

Terlihat awan mulai murung, bertanda hari akan hujan.

Di daerah lereng kabut tebal juga dingin menyelimuti desa ketika pagi menjelang.

Langit ikut melindungi para pengunjuk rasa pada 411 kemarin.

Motor tua ini mulai terbatuk batuk ketika dipakai untuk perjalanan jauh.

Uang dua ribu ini menyelamatkannya dari rasa lapar yang mendera.

Sungguh tutur katanya menusuk hati membuat aku terluka.

Ketika aku melihat rembulan, dia seperti tersenyum padaku seakan aku tengah merayunya.

Daun pohon kelapa melambai lambai para nelayan untuk segera merapat ke daratan.

Ucapan dari para Habib itu mampu meredam kemarahan para pengunjuk rasa.

Banjir bandang menyapu puluhan rumah warga di Jakarta Utara.

Biarlah seluruh alam menertawai aku, aku akan tetap menunggu walau hingga kini tanpa ada kepastian darimu.

Hewan peliharaan lucu ini sudah menemaniku semejak aku kecil.

Bencana bajir di Jakarta kemarin menelan 3 korban jiwa.

Akhir tahun lalu seorang anak SMA hilang di pantai teleng ria diseret ombak.

Siang ini matahari tengah bersembunyi dibalik awan.

Paket itu datang ketika aku tengah berada di Jakarta.

Angin malam ini menggoda membelai rambut dan wajahku.

Beberapa tahun yang lalu Gunung Merapi memuntahkan lahar dari dalam tubuhnya.

Aroma makanan itu menggoda lidah untuk segera di cicipi.
Sian

Dari contoh kalimat di atas seolah- olah memberitahu kita
Bahwa kata- kata yang gunakan seakan memiliki tangan, kaki, perasaan hinga bisa untuk meraih, berjalan dan merasakan curahan hati.

# Metafora

Majas metafora adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama. Dalam pengertian yang lain, majas metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata yang bukan arti sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.

Contoh majas metafora

Perpustakaan adalah gudang ilmu

Anak – anak adalah tunas bangsa yang akan menjadi agen perubahan untuk negeri ini.

Si jago merah berhasil melahap hampir semua perumahan yang ada di Depok.

Salah satu sikap baik adalah memiliki perasaan yang rendah hati.

Kita harus mampu belajar untu berlapang dada dalam menerima setiap ujian hidup.

Orang yang memakai kacamata sering dijuluki kutu buku.
Senyumannya seindah embun pagi yang menyegarkan.

Perlu usaha keras untuk menjadi anak emas di kelas, yaitu dengan belajar.
Ayah dan Ibu sangat menyayangi buah hatinya.

Kehidupan yang sangat keras menuntut perempuan itu menjadi kupu-kupu malam untuk menambah penghasilan.

Debat pendapat dengan orang yang kepala batu itu percuma karena dia akan tetap bersikukuh dan sulit menerima pendapat dari orang lain.

Pengetahuan adalah jendela dunia, penerang untuk seluruh penjuru dunia.

Guru adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang bertugas mencerdaskan bangsa.

Selesai jalan – jalan wajib hukumnya untuk membawa buah tangan untuk orang – orang yang disayangi.

Kecantikan si Mega membuatnya menjadi bunga desa.

Seorang ayah bekerja keras menjadi tulang punggung untuk keluarganya.

Internet merupakan gudang ilmu masa kini yang membantu konsumennya lebih mudah mengakses informasi.

Seorang anak adalah harta karun bagi orang tuanya yang akan selalu mereka jaga sampai kapanpun.

Si Boi menjadi bintang kelas karena prestasinya yang luar biasa dalam olimpiade nasional.

Koruptor adalah sampah masyarakat yang seharusnya diperlakukan lebih buruk dari seorang pencuri.

Dewi malam ditemani oleh bintang – bintang menghiasi langit malam.

Engkau adalah belahan jantung hatiku yang takkan tergantikan oleh siapapun.

Raja malam mulai mengitai mangsanya.

Raja hutan sedang menandai wilayah kekuasaannya.

Hati – hati dengan tikus berdasi yang berada disekitar Anda.

Belajarlah yang rajin agar menjadi bunga bangsa yang membanggakan.

Pelaku kejahatan selalu mencari kambing hitam untuk terhindar dari jerat hukum.

Tangisan awan tak pernah berhenti di langit Jakarta.

Contoh – contoh kalimat diatas memiliki kata kiasan yang memiliki arti membandingkan atau menyamakan sesuatu dengan sesuatu objek lain. Penggunaan majas metafora dipakai untuk memperindah nama atau julukan yang memberikan unsur puitis pada susunan kalimat.

# Perumpamaan
Perumpamaan adalah majas yang membandingkan dua hal yang pada hakekatnya berbeda tetapi sengaja dianggap sama. Dalam membandingkan dua hal itu, majas perumpamaan selalu mengunakan kata-kata perbandingan, yaitu: seperti, sebagai, ibarat, bak, umpama, laksana, dan sejenisnya.

Contoh-contoh majas perumpamaan

Wajahmu bak rembulan

Bis itu melaju kencang bagaikan macan.

Pada musim kemarau sawah-sawah mengalami kekeringan seperti tanah gersang.

Melakukan pekerjaan itu bagiku seperti menegakkan benag basah.

Hal serumit itu tak mungkin sanggup ia kerjakan, bahkan mustahil. Bagaikan memasukkan onta ke dalam lubang jarum.

Semua yang engkau katakan hanyalah seperti inti dari kue donat, kosong tiada artinya.

Pemuda ibarat ujung tombang bagi perubahan nasib bangsa dan negara.

Ibunda adalah seorang wanita yang begitu mulia, bagaikan sang surya yang menyinari bumi.

Negeri ini bagaikan surga yang berada di dunia, tak heran begitu banyak bangsa dari berbagai negara yang ingin menguasai kekayaan alam negeri ini.

Jika dilihat dari ujung monas, manusia di bawah sana seperti gerombolan semut kecil.

Engkau begitu cantik dan anggun malam ini, seperti bidadari yang turun dari langit.

Sekujur tubuhnya membeku seperti es batu ketika mendengar berita meninggalnya nenek tercintanya.

Kau memiliki laptop yang unik, seperti lipatan sebuah buku besar.

Suara nyanyiannya seperti kaleng bekas yang jatuh tak karuan.

Badamu lusuh sekali, seperti orang-orangan sawah.

Hand phone milikmu sungguh besar, seperti jenis sayuran ungu yang bernama terong.

Demikian sahabat bahasan kit hari ini kita lanjutkan pembahasan majasnya pekan depan, semoga bermanfaat sahabat.
Ditulis Oleh : Rubaida Rose, S.Ag.MM
Diklat online, diklat guru, diklat daring, diklat pendidikan, seminar online, seminar guru