Diklat online, diklat guru, diklat daring, diklat pendidikan, seminar guru, seminar online

Menulis adalah ilmu perpaduan antara teori dan praktek yang merupakan sebuah proses panjang dan kompleks yang merupakan sebuah jembatan untuk menyampaikan segala khayalan, ide, gagasan atau sebuah impian kepada pembaca. Ada banyak hal yang bisa di lakukan oleh seorang penulis untuk menumbuhkan suatu ide dalam proses untuk memulai membuat tulisan, salah satunya adalah dengan berkhayal. Sebuah khayalan suatu kebebasan untuk setiap orang menjadi apa yang dia inginkan, Khayalan. Semua berawal dari khayalan.

Berkhayal untuk menjadi kayak, pandai, cantik bahkan berkhayal trafik besar bisa datang tanpa berbuat sesuatu dan lain sebagainya. Khayalan bisa juga jadi kenyataan dan tak jarang pula khayalan hanya bisa mendatangkan semua impian. Kadang dari khayalan kita saja, cibiran kadang datang dari teman dekat, saudara, mungkin teman.Tapi selama khayalan itu masuk akal dan bisa kita mengerti dan juga hanya kita yang bisa melakukan kenapa tidak. Mungkin yang mencibir tidak tahu, khayalan dan maksud tujuan kita. Mungkin kita pernah dengar masa ada orang bisa menginjakkan kaki di bulan. Kalau para astronot itu bicara kepada saya (Pada waktu itu) ya saya bilang mereka itu berkhayal. Mana mungkin bisa sampai ke bulan.Tapi semua bisa di lakukan, dengan kemajuan teknologi seperti sekarang
ini khayalan mungkin bisa anda lakukan mau seperti apa dan bagai mana, Kadang ide – ide yang timbul dari hasil khayalan apa bila di tuangkan ke dalam tulisan bisa terasa segar atau fresh.

Seseorang yang berkhayal sebatas khayalan, dipastikan jadi pengkhayal. Kita hidup di dua dunia yaitu dunia pikiran khayalan dan dunia otak, atau dunia abstrak. Pilahan kedua pada apa yang dilakuan, nikmati (dipindai indera), dilakoni. Ada kalanya terpilah, adakalanya bersamaan. Katakanlah, hidup dan kehidupan tidak ada kalau tidak pakai otak (pikiran, juga perasaan). Khayal atau khayalan ‘permainan otak’. Bisa dilabeli, pikiran, fantasi, imajinasi, atau apa saja dimana kita mampu ‘berkelana’ dari dunia abstrak sampai dunia nyata. Kita mampu bermain – main pada ‘hal yang tidak ada’ secara unlimited. Kapasitas otak tidak terhingga, bukan seperti hardish yang hanya beberapa ratus atau ribuan GB.

Komputer paling canggih bak sebutir pasir di pantai, kecil saja, bila dibanding kapasitas otak manusia. Komputer secerdas apa pun ciptaan otak manusia. Dalam kaitan menulis, ladang pengembangan tulisan, ya dunia abstrak. Tidak heran Ian Flemming dengan 007 ‘berkelana’ menjadikan anda sebagai pengikut setianya dengan kisah gombalnya? Atau, J.K. Rowling ‘merusak’ anak-anak kita dengan Harry Porter-nya hehe. Pernah baca karya K’Tut Tantri, Revolt in Paradise? Kisah seorang wanita Amerika keturunan Scotlandia (Inggris) bercerita tentang Bali era penjajahan dan masa perjuangan kemerdekaan sebagai pelaku sejarah. Atau, serial Laskar Pelangi, Andrea Hirata? Konon, katanya, dari ‘dunia nyata’ kehidupan
difiktifkan (dijadikan novel) mengharu-biru. Dilengkapi pesan-pesan perjuangan luar biasa dahsyatnya tidak heran karya Andrea ‘mengoncangkan’ dunia pernovelan Indonesia. Andrea Hirata bahkan ‘menghina’, atau barangkali ‘menyadarkan’, tidak saja guru atau dosen (pengajar sastra), juga kita semua, tanpa pernah belajar ‘teori sastra’, tanpa membedah karya sastra, dan tanpa cari makan dari sastra, mampu membuat karya fenomenal. Kenapa? Andrea bukan sekadar menghayal, bukan sekadar berpikir, tidak sekadar ‘memaki’ penulis (pemula) sastra dengan teori sastra yang dipelajari susah payah, tetapi melakukan, menulis novel.

Melakukan, menuliskan khayalan dari ‘kenyataan’. Dante Alighieri berkelana mengembangkan
khayalan, jadi novel. Andrea menjadikan kisah kehidupan landasan khayalan untuk ditulis. Mereka memanfaatkan khayalan sebagai kendaran untuk menulis. Itulah kegunaan khayalan dalam menulis. Sebaliknya, banyak orang mengembangkan khayalan sampai melampaui dunia nyata, ke alam baka, ke dunia molukuler, ke adromedia, ke hal-hal yang tidak terpikirkan oleh manusia lainnya. Tetapi, mereka hanya berkelana dari khayal ke khayal. Wajar yang didapat hanya khayali. Menjadi pengkhayal besar. Sampai-sampai, yang dikembangkan dunia gosip. Tetangganya membeli mobil baru, dibayangkan
didapat suaminya dari siteri simpanannya, dan dijadikan bahan gosip mengasyikkan. Suami Si Anu dapat jabatan baru, karena si isteri memberikan ‘belahannnya’ buat bos. Dunia gosip adalah perpanjangan dunia khayal yang tidak tertuntun.

Terkadang dalam proses melahirkan tulisan tersebut seringkali kita dihinggapi penyakit-penyakit kronis misalnya saja; ide buntu tak menentu, rasa malas datang tak terduga, setelah membaca hasil tulisan, ternyata tulisan kurang berbobot atau bahkan kurang menarik. Adapun cara untuk mengatasi hal tersebut dengan cara kita harus “inspiratif”, inspiratif lebih merupakan sebuah hasil penggabungan dari unsur kreatifitas, empati, ketekunan dan ketelitian. Tolok ukur untuk menentukan apakah sebuah tulisan dikatakan inspiratif cenderung bersifat abstrak. Inspiratif berkaitan erat dengan suasana bathin seseorang. Ketika sebuah tulisan mampu menginspirasi orang untuk berbuat sesuatu, maka dapat dikatakan bahwa tulisan tersebut adalah tulisan yang inspiratif. Untuk melahirkan sebuah tulisan yang
inspiratif diperlukan takaran dan komposisi yang tepat dari setiap unsur-unsur penulisan yang sudah saya sampaikan di atas agar sebuah tulisan memiliki daya persuasif dan inspiratif.

Jadi mulailah berkhayal dan mulailah menuangkan khayalan kita kedalam sebuah tulisan yang mana khayalan tersebut bisa menjadi sebuah kenyataan yang berawal dari tulisan, dalam berkhayal kita bebas memikrkan atau membayangkan sesuatu, begitu pun dalam menulis kita bebas menuangkan segala betuk hal yang dapat kita tuangkan dalam tulisan karena dalam tatacara menulis pun kita di bebaskan untuk menulis sesuatau tanpa adanya batasan – batasan terlebih dahulu. Jadi jangan lah ragu – ragu lagi untuk memlai mengkhayal menulis, seperti yang sedang saya lakukan pada saat ini, saya bebas menuliskan sesuatuhal tentang menulis karena seperti saya bebas untuk mengkhayalkan sesuatu hal yang indah – indah jauh di dalam alam fikiran saya yang mana orang lain tidak akan pernah tahu apa yang menjadi khayalan saya sebelum saya mengungkapakam khayalan saya itu baik dalam bentuk
ucapan bahkan dengan tulisan yang saat ini saya lakukan.

Ditulis oleh : Hadiwaratama R. Jursan, S.Pd

Diklat online, diklat guru, diklat daring, diklat pendidikan, seminar guru, seminar online