Diklat Online, Diklat Guru, Diklat Daring, Diklat Pendidkan, Seminar Guru, Seminar Online

Coba sama-sama kita lihat apa yang mereka (para guru) bicarakan pada forum-forum diskusi mereka, maka sebagian besar grup-grup di media sosial yang mengatasnamakan guru akan sangat banyak kita temui bahwa sebagian besar pokok masalah yang menjadi pemberitaan setiap harinya  adalah tentang bagaimana kenaikan pangkat atau permasalahan bagaimana gaji mereka meningkat setiap tahunnya? Lantas apakah ini tidak boleh untuk dibahas ? tentu tidak salah namun masalahnya ketika ini menyita waktu kita untuk berpikir untuk anak didik kita, coba Anda tanyakan pada diri kita masing-masing .

kapan terakhir kali kita dan teman –teman guru yang lain membahas tentang kemajuan pendidikan siswa dan siswi kita ?

kapan terakhir kali kitapula membahas tentang bagaimana untuk membuat karakter siswa dan siswi kita menjadi lebih baik?

Atau jangan-jangan karena terlalu banyaknya masalah yang berhubungan dengan masalah yang berhubungan dengan honor dan kenaikan pangkat  hal itu membuat kita lupa dengan tugas utama kita sebagai guru.

Maka efeknya ketika pokok bahasan ini mendominasi sebagian besar pola pikir kita maka tak jarang kita temui sebagian guru yang mengeluh akan sedikitnya honor/gaji yang mereka terima, sebagian lagi mengeluh mengapa mereka tak juga diangkat menjadi pegawai negeri sipil, dan ujung-ujungnya mereka sedikit sekali yang mau membahas bagaimana masa depan anak didik mereka, keluhan-keluhan yang mereka lontarkan membuat mereka lupa akan tugas mulianya.

Jika menjadi guru merupakan pilihan kita maka sepantasnya kita mau mengambil resiko sebagai guru yang mungkin dengan kecilnya honor, belum diangkatnya menjadi PNS atau berbagai masalah lain, padahal tentu disamping semua itu guru salah satu adalah profesi yang sangat mulia inilah yang terkadang kita melupakannya, sedikitnya honor/gaji yang kita terima itu sebenarnya kitalah yang mengizinkan diri kita untuk menerima sebesar itu, maka tak layak diri kita mengeluh karena pada dasarnya diri kitlah yang mengizinkannya dan tentunya kita tahu bahwa itulah resiko yang nantinya akan kita terima sebagai seorang guru.

Lalu dapatkah seorang guru tetap mengajar namun disisi lain penghasilan yang diterima mencukupi semua kebutuhannyan ? jawabannya tergantung pada diri Anda masing-masing , ketika Anda menjawab tidak mungkin, dengan alasan karena waktu dan tenaga kita sudah terkuras habis dengan mengajar, maka sampai kapanpun Anda tidak akan mendapatkan penghasilan yang mencukupi karena  dengan statment itulah menjadi penghalang diri Anda, namun ketika jawaban Anda  sangat bisa, maka dengan berbagai akan Anda lakukan tentunya  dengan cara yang halal untuk bisa mewujudkan besarnya penghasilan yang Anda inginkan sebagai guru.

Lantas bagaimana caranya?  Agar kita tetap mengajar namun disisi lain kebutuhan kita tetap tercukupi.

Pertama Anda berjuang untuk menjadi pegawai negeri sipil  sebagai guru, tentu perjuangan ini membutuhkan tenaga, waktu, pikiran dan yang terpenting adalah Anda bersabar menjalani prosesnya, tentu Anda harus mempersiapkan diri untuk menggapainya. Sebagai mana kita ketahui bahwa PNS guru dari besaran yang mereka terima tentu lebih dari cukup jika dibandingkan dengan besarnya honor yang diterima guru yang belum PNS.

Kedua Anda  menjadi ahli pada bidang yang Anda ajarkan pada anak didik Anda, hukum alam mengatakan barang siapa yang menguasai sebuah hal maka ia akan menerima sesuai dengan keahliannya, ada sebab tentu ada akibat artinya Anda jangan setengah-setengah menjadi guru, ketika Anda memutuskan menjadi guru Anda mesti ahli pada bidang yang Anda ajarkan, caranya Anda harus terus belajar dengan bidang yang Anda pilih itu, bisa juga Anda menghasilkan karya dari bidang yang Anda ajarkan sehingga tidak lagi cuma kata-kata saja tetapi ada bukti yang dapat mendukung Anda bahwa Anda Ahli dan tidak layak bagi orang lain membayar Anda dengan harga yang murah, pada akhirnya merekapun akan sadar bahwa Anda memang layak dibayar lebih mahal.

Ketiga Anda memilki bisnis sampingan, tentu ketika Anda berbisnis Anda jangan sampai melalaikan tugas Anda sebagai guru, berbisnis tidak mesti Anda yang setiap menyita waktu Anda lantaran Anda sendirilah yang menjadi karyawannya, tentunya dibutuhkan ilmu bagaimana Anda bisa mengaturnya, apalagi sekarang dengan kemajuan teknologi kita tak mesti memilki tempat untuk menjual barang dagangan atau bisnis kita,dengan bantuan teknologi tentunya itu akan membuat kita lebih mudah.

Keempat Anda  memilki sekolah atau tempat belajar, sehingga Anda dengan sangat mudah mengatur waktu kapan anda mesti ngajar dan kapan anda mesti mengerjakan bidang lainnya, tentu hal ini tak semudah yang kita bayangkan namun ini adalah sesuatu yang sangat mungkin, bisa kita membuat bimbingan belajar di rumah kita, sehingga kita dengan sangat mudah mengatur jadwalnya karena kitalah pemiliknya.

Inilah keempat hal mestinya kita perhatikan tak perlu lagi kita menunggu janji-janji  pihak lain yang kemungkinannya sangat kecil untuk diwujudkan meskipun itu mungkin, dan pastinya sampai kapanpun ketika pendidikan belum menjadi proritas utama negeri ini maka pemerintah kita tak akan bisa mencukupi  keinginan semua guru dengan besarnya gaji yang layak buat mereka,  mulailah dari diri kita, kitalah yang menentukan berapa harga yang mesti kita terima, bukan pihak lain, kalau mereka yang menentukan itu lantaran diri kitalah yang mengizinkan kita menerima seperti yang mereka tentukan.

Semoga kita sebagai guru terus berusaha menjadi lebih baik, mulai saat ini berjanjilah pada diri Anda bahwa Anda tak akan lagi mengeluh lantaran honor yang kecil atau tidak dinaikan jabatan Anda, karena selayaknya keluhan-keluhan itu membuktikan akan lemahnya diri kita, gantilah keluhan dengan rasa syukur karena dengan bersyukurlah Allah akan menambah nikmatnya pada diri kita.

Ditulis oleh : Riswanto, Ch, Cht, SE, MM

Diklat Online, Diklat Guru, Diklat Daring, Diklat Pendidkan, Seminar Guru, Seminar Online