Diklat online, diklat guru, diklat daring, diklat pendidikan, seminar guru, seminar online

Rasulullah Saw. bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Pagi itu cuaca yang cerah diiringi oleh hembusan udara pagi yang segar membuat pagi begitu terasa nikmat, seperti biasanya sebelum pukul 06.15 wib kami menyambut kedatangan para siswa yang sedang memasuki pintu gerbang sekolah, kami selalu menerapakan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun) itulah yang selalu kami biasakan di sekolah ini.

Dari kegiatan penyambutan pagi hari ini kami berharap bisa membuat siswa dan siswi kami tersenyum, kami melihat di wajah mereka, ada yang bermuka senyum dan tak sedikit diantara mereka nampak masih diselimuti rasa kantuk bahkan tak jarang kami melihat wajah cemberut, tapi buat kami apapun yang ditampakan oleh meraka kami selalu menyikapinya dengan wajah tersenyum, bagi kami cukup memberikan senyuman di pagi hari ini membuat kami begitu bahagia.

Meskipun terkadang kami juga mengalami perasaan seperti yang lain, kadang kami sedang ada masalah, sedih dan lain sebagainya tapi kami selalu berusaha tidak menampakan masalah kami di wajah mereka, karena kami sadar mungkin di rumah mereka sedang ada masalah, sehingga kami berusaha meringankan dengan menampakan senyuman kami.

Senyuman mungkin dipandang hanya biasa-biasa saja tapi tahukah Anda  Senyum ternyata mengandalkan tujuh belas otot wajah, namun dampaknya luar biasa. Sejumlah keuntungan dari senyum adalah penampilan menjadi lebih manis, menawan, menyejukkan, dan terhindar dari penyakit ketegangan.

Dengan tersenyum jantung akan berdetak normal dan peredarah darah mengalir baik. Bandingkan dengan cemberut yang membutuhkan tarikan 32 otot, mengerutkan dahi yang butuh empat puluh otot, dan marah yang perlu menggerakan 63 otot di wajah. Inilah sebab mengapa orang yang suka cemberut terlihat cepat tua.

Cukup sederhana rumus dari tersenyum itu, ada sebutan senyum 227 artinya 2 cm bibir kita ke kiri dan 2 cm bibir kita ke kanan selama 7 detik, mudah bukan,  William Shakespeare, “Apa yang Anda kehendaki akan lebih cepat diperoleh dengan senyum daripada memotong dengan pedang”. Pujangga lain menyebutkan “Senyuman itu kelopak, tertawa itu bunga yang sempurna kembangnya”.

Tersenyumlah wahai guru, setidaknya dengan tersenyum engkau dapat meminimalisir emosi.

Tersenyumlah wahai guru dan tataplah indahnya hari-hari mendidik yang engkau lewati.

Tersenyumlah wahai guru dengan senyummu engkau menjadi bagian dari kebahagian murid-muridmu.

Tersenyumlah wahai guru meskipun engakau merasakan murid-muridmu membuat mu kesal.

Tersenyumlah wahai guru buktikan bahwa dirimu merasakan bahagia bersama-sama dengan murid-muridmu.

Tersenyumlah untuk dunia dan buktikan bahwa yang sedang engkau lakukan saat ini adalah sebuah pekerjaan mulia.

Tersenyumlah karena murid-muridmu menantikan dirimu dengan senyum diwajahmu.

Tersenyumlah untuk dirimu dan murid-muridmu

Salam Guru Dahsyat

Riswanto

Diklat online, diklat guru, diklat daring, diklat pendidikan, seminar guru, seminar online