Assalamualaikum sahabat
Apa kabarnya hari iniBertemu kembali sahabat pada hari selasa agenda rutin kita akan membahas tentang info – info pembelajaran yang insyallah akan ada manfaatnya untuk sahabat semua. Hari ini kita kembali melanjutkan pembahasan rutin kita tentang BERKENALAN DENGAN PUISI
yakninya tentang MAJAS. Minggu lalu kita sudah membahas depinisi majas perbandingan lengkap dengan contohnya hari ini kita kembali membahas tentang MAJAS bagian kedua yakninya tentang “MAJAS PERTENTANGAN”

Sebelum kit bahas tentang majas pertentangan saja berikan puisi lam dulu ya sahabat yakninya: “pantun”

Teluk kuantan kota jalur
Jalur kuantan jalur tanamo
Tak usah ragu dan juga ngawur
Jadikan hari ini belajar basamo

Apa itu majas Pertentangan ?
Majas pertentangan bisa di depenisikan dengan bahasa kiasan yang memiliki ciri-ciri khusus. Yang mana majas ini mpertentangkan beberapa hal yang merujuk pada arti kebalaikan. Majas ini bertujuan untuk memperkuat makna dari apa yang diutarakan, sehingga sang lawan bicara atau pendengar akan tertarik pada yang diucapkan.

Majas pertentangan terbagi atas beberapa macam:

1. Hiperbola
Hiperbola adalah majas yang memiliki pengertian yang melebih-lebihkan sesuatu dengan makna yang sesungguhnya. Tujuan majas hiperbola untuk meningkatkan kesan yang lebih mendalam.

Contoh:
Aku rindu setengah mati kepadamu

Kata “setengah mati” bertujuan untuk melebih- lebihkan suasana hati, perasaan.

Supaya lebih mudah memahaminya, berikut contoh majas hiperbola:

Ketampanan dan kelembutannya kepadaku dan keluargaku membuat hatiku meleleh.

Kesedihan dan penyesalan wanita itu akibat kematian anaknya, membuat tangisannya membanjiri pemakaman hari ini.

Barang apa saja yang kamu bawa, tasmu rasanya berton-ton beratnya.

Pak Jokowi menyatakan bahwa dengan kebijakan baru yang sedang dikerjakan oleh beliau dan pemerintahannya, kemampuan ekspor Indonesia akan segera meroket.

Kisah Maia Estianti membuat perasaan para ibu tersayat-sayat.

Jangan suruh dia menjadi penyanyi di acara manapun lagi, suaranya seperti Giant di kartun Doraemon, hanya membuat gendang telinga pendengarnya pecah.

Habiskan makanan di piringmu atau ambil seperlunya saja, bagimu mungkin harga seporsi ayam goreng disini biasa saja namun bagi sebagian orang di luar sana harganya setinggi langit.

Rayuan yang diucapkannya dalam acara tersebut seperti maut.

Meskipun Ibu adalah orang yang wajib Engkau dahulukan daripada ayahmu, tetaplah ingat bahwa beliau yang selama ini membanting tulang untuk memenuhi kebutuhanmu.

Jangan sampai kekagumanmu kepada dirinya membuatmu menjadi buta pada kesalahan yang dilakukannya.

Yasmin tidak berkutik ketika mendengar amarah ayahnya yang menggelegar.

Kata-katanya begitu menusuk hati.

Kejadian pembunuhan itu terjadi karena emosi pelaku mendadak meledak ketika melihat pacarnya berselingkuh di hadapannya.

Kenyataan bahwa istrinya berkhianat membuat perasaan Yanto remuk redam.

Pekerjaan ini benar-benar membuatku harus memeras otak.

Demi menunjukkan keseriusannya, Kaila rela menguras seluruh tabungannya

Kata-kata Bung Karno membakar semangat para pejuang di masa itu.

Setiap belaian pria pada rambut wanita, diam-diam akan memporakporandakan hatinya.

Setengah mati aku mencari kesana kemari, namun ternyata kacamata yang kucari ada di atas kepalaku.

Teguh begitu tergesa-gesa hingga ia memacu motornya secepat kilat.

Suara Rachel membuat seluruh juri terhipnotis untuk mendengarkannya hingga selesai.

Doa ibu terus mengalir demi kebaikan putra dan putrinya.

Pertarungan kedua orang itu membuat darah mereka mengalir menganak sungai.

Menjelang hari raya, harga-harga kebutuhan pokok semakin melambung tinggi.

Jangan ganggu! Aku punya segudang pekerjaan yang harus diselesaikan.

Para model itu sekurus tusuk gigi.

Suatu saat nanti prestasimu akan mengguncang dunia, berjuanglah dari sekarang!
Seluruh pejuang di acara Ninja Warrior berjuang hingga titik darah penghabisan

Sudah ribuan kali pacarmu berbohong kepadamu dan kamu masih menganggap dia calon pendamping hidup terbaik kamu

2. Majas Litotes
Majas litotes a

dalah majas yang berisi tentang sesuatu yang di kecil-kecilkan dari kenyataan yang sebenarnya. Dan majas ini adalah kebaLikan dari majas hiperbola. Tujuan dari majas ini adalah semata- mata untuk merendahkan diri.

Contoh :
Aku hanya orang kecil yang tak berarti apa-apa

Kalimat di atas menunjukan bahwa orang yang sedang merendahkan diri. Bukan berarti memiliki tubuh kecil.

Berikut ini beberapa contoh majas litotes dalam kalimat :

Saya hanyalah seorang pekerja intelek yang sehari-hari makan garam dan nasi putih.

Saya menyelesaikan S2 di Amerika dengan otak yang tumpul.

Hanya televisi butut ini hiburan kami sehari-hari.

Apalah dayaku hanya seorang biasa yang hendak menyunting bidadari dunia sepertimu.

Terimalah tanda cintaku yang tidak seberapa ini.

Kami hanya hidup pas-pasan di kota besar ini.

Sehari-hari kami hanya makan seadanya.

Saya hanyalah orang biasa yang tidak pantas menerima penghargaan ini.

Mobil ini adalah hasil usaha kecil-kecilan kami.

Mungkin kau tidak akan betah di rumahku yang hanya beralaskan tikar ini.

Ayahku bekerja dengan menggunakan mobil biasa.

Aku memakai tas plastik ini ke sekolah.

Menu warung ini bekal siangku hari ini.

Bagaikan langit dan bumi, aku tidak pantas bila disandingkan denganmu yang sempurna.

Otakku takkan mampu mencerna materi itu.

Pakaian rombeng inilah yang menjadi kebanggaanku kemana aku pergi.

Baju semahal ini takkan muat untukku yang bertubuh besar.

Recehan demi recehan kukumpulkan untuk menghajikan orang tuaku tahun depan.

Mungkin lembar-lembaran kertas ini bisa menutupi hutangmu.

Kau mungkin belum pernah bertemu dengan orang sebodoh aku.

Namaku yang kecil mana mungkin bisa disandingkan dengan pemain film terkenal itu.

Peranku tidak begitu penting dalam proyek itu.

Kususuri jalan setapak demi setapak menuju impian.

Pegawai rendahan sepertiku tidak akan sanggup berliburan ke tempat semewah itu.

Aku yang buruk rupa takkan bisa bersanding denganmu yang jelita.

Aku yang hanya bermodalkan ijazah berhasil berkarir di sebuah perusahaan ternama.

Pemberian dariku takkan mampu membalas budi baikmu.

Pantaskah aku mendapatkan penghargaan ini?

Prestasi yang kuperoleh tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan prestasimu yang banyak.

Kau lebih pantas memenangkan pertandingan itu daripada aku.

Tubuhku yang lemah tidak mungkin menyaingimu yang kuat itu.

Dia yang tampan takkan mungkin bersanding dengan diriku yang berwajah pas-pasan.

Jika kau ada waktu datanglah ke pondok kami.

Alas kaki ini ku beli saat berlibur ke Yogyakarta.

Meskipun seorang anak dokter, aku tetaplah seorang siswa biasa.

Ini adalah coretan tanpa makna yang kupersembahkan untukmu.

Aku yang amatiran ini takkan mampu menyaingimu yang profesional seperti itu.

Aku hanyalah sebutir pasir dipadang pasir.

Kugantungkan seuntai asa kepada putera sulungku itu.

Rumah yang sekecil ini mungkin tidak menyenangkan bagimu.

Bantuanku yang tidak seberapa ini mungkin bisa mengurangi bebanmu.

Aku yang setua ini mana pantas bersekolah lagi.

Aku yang berwajah pas-pasan ini mana mungkin ada yang mau meminang.

Duduklah walaupun sekedar melepas lelah.

Tanganku selalu terbuka untukmu kapanpun kau perlu.

Diundang ke tempatmu saja aku sudah senang.

Silakan makan adonan sederhana ini.

Maaf, hanya sayur bening yang kami suguhkan.

Badanku yang kurus kerempeng ini takkan mungkin memenangkan pertandingan atletik itu.

Secuil harapan kugantungkan di sini.

Meskipun memenangkannya, masih ada orang yang lebih hebat dariku.

Jangankan mobil, rumah mewah saja aku takkan sanggup membelinya.

Mungkin hanya dalam mimpiku untuk menjadi seorang dokter.
Aku hanya berandai-andai bisa datang ke tempat ini.

Jauh dari yang kubayangkan, aku berhasil mendapatkan beasiswa bergengsi itu.

Kau takkan menemukan apa-apa dari diriku yang rendahan ini.

Tidak ada yang bisa dibanggakan dari orang cacat sepertiku.

Beristirahatlah di dipan kami.
Lampu semprong ini tidak begitu terang bagimu.

Penghasilanku hanya cukup untuk makan nasi kucing.

Masih terlalu dini jika aku ikut proyek sebesar itu.

Hidangan buka puasa kami cuma seb

iji kurma.
Penampilanku yanawut-awutan ini mana pantas disebut seorang eksekutif.

Minumlah air gula ini sekedar pelepas dahaga.

Cincin imitasi inilah pemberian dari ibuku.

Aku tinggal di sebuah lahan sempit.

Suaraku yang cempreng ini mungkin hanya jadi bahan tertawaan.

Ini hanya oleh-oleh dari kampung.

3. Majas Ironi

Majas ironi adalah sebuah majas yang memuat pertentangan kenyataan sebenarnya. Majas ini bertunjuan memperolok-olok

Contoh: Harum sekali aroma tubuhmu. Perutku jadi mual

Kata ” harum sekali” pada larik adalah sindirian dari aroma tak enak.( berbau)

Rajin sekali kamu, jam 10 pagi sudah bangun. (yang dimaksud malas)

Makanmu sedikit sekali, sampai stok makanan di sini mau habis. (yang dimaksud banyak)

Pintar sekali kamu, bisa dapat nilai 50. (yang dimaksud bodoh)

Bersih sekali kamarmu, sampai aku kesulitan cari tempat duduk. (yang dimaksud kotor)

Masakanmu lezat sekali, sampai tersisa banyak sekali. (yang dimaksud tidak enak)

Bersih sekali kamar mandi di rumahmu, sampai aku melihat ada banyak kecoa yang berterbangan. (yang dimaksud kotor)

Terang sekali kamarmu, sampai aku kesulitan membaca buku di sini. (yang dimaksud gelap)

Pintar sekali kamu, sampai dapat juara 10 dari 11 orang peserta. (yang dimaksud bodoh)

Keras sekali suaramu, sampai tidak ada yang bisa mendengarkan. (yang dimaksud lirih)

Panjang sekali tangga yang kau ambilkan, sampai aku tidak bisa mencapai buku yang kuinginkan. (yang dimaksud pendek)

Murah hati sekali kamu, sampai orang minta makananmu sedikit saja tidak diberi. (yang dimaksud pelit)

Baik sekali kamu, sampai tidak mau menolong orang tua itu. (yang dimaksud jahat)

Baik sekali ayah itu, sampai sering memukul anaknya seperti itu. (yang dimaksud jahat)

Sayang sekali ibu itu dengan anaknya, sampai meminta gendong saja tidak diberi. (yang dimaksud tega)

Luas sekali kamar ini, sampai sulit aku menempatkan barang. (yang dimaksud sempit)

Pintar sekali kamu memasak, sampai dapurku berantakan begini. (yang dimaksud tidak bisa)

Dia memang selalu berhati –hati dalam segala hal, sampai kalau jalan saja suka menabrak. (yang dimaksud ceroboh)

Bersih sekali mobilmu, sampai bisa ditulisi begini. (yang dimaksud kotor)

Wangi sekali bajumu, sampai membuatku mual. (yang dimaksud bau tak sedap)

Bersih sekali cucianmu, sampai semua nodanya masih menempel. (yang dimaksud kotor)

Banyak sekali kamu memberikan sumbangan, ini yang paling sedikit di antara semua penyumbang. (yang dimaksud sedikit)

Kamu memang selalu murah hati, setiap dimintai sumbangan tidak pernah memberi. (yang dimaksud pelit)

Dia itu memang orangnya rendah hati, jadi selalu memamerkan kekayaannya. (yang dimaksud sombong)

Dia sekarang sudah jadi orang kaya raya, jadi rumahnya ada di pinggiran sungai. (yang dimaksud miskin)

Dinta selalu membawa motor dengan sangat pelan, kecepatannya tidak pernah kurang dari 80. (yang dimaksud kencang)

Dini itu anaknya paling rajin di kelas, jadi ia selalu datang paling akhir. (yang dimaksud malas)

Ria memang selalu juara kelas, tapi jika diurutkan dari belakang. (yang dimaksud juara terakhir)

Kamu memang sangat rajin membantu orang tua, sampai menyapu saja tidak pernah. (yang dimaksud malas)

Banyak sekali suguhan yang kamu sajikan, sampai piring di meja terlihat sepi. (yang dimaksud sedikit)

Keren sekali pakaianmu, terlihat seperti pakaian lusuh jaman dulu. (yang dimaksud buruk)

Rapi sekali penampilanmu hari ini, sepertinya baju yang kamu pakai belum disetrika. (yang dimaksud berantakan)

Banyak sekali buku yang kamu bawa, sampai tas kamu terlihat sangat ringan. (yang dimaksud sedikit)

Kamu memang selalu tepat waktu, mengembalikan buku saja sampai kena denda sebanyak itu. (yang dimaksud terlambat)

Mewah sekali perhiasan yang kamu berikan, sepertinya ini banyak di pasar pinggir jalan. (yang dimaksud buruk)

Bening sekali air di bak mandi ini, sampai aku tidak bisa melihat dasarnya. (yang dimaksud keruh)

Cantik sekali lukisanmu ini, aku tidak tahu maksudnya apa. (yang dimaksud buruk)

Acara yang disajikan sangat menarik, aku sampai bosan. (yang dimaksud buruk)

Kuliah

 

dosen itu memang selalu menyenangkan, aku sampai mengantuk. (yang dimaksud membosankan)

Televisi baru ini memang terlihat bening, sampai banyak semut yang lewat. (yang dimaksud kotor)

Dia memang orang yang sangat baik, sampai sudah 10 kali keluar masuk bui. (yang dimaksud jahat)

Kasur ini sangat tebal ya, sampai kepalaku sakit karena terasa tersentuh lantai. (yang dimaksud tipis)

Rumahmu rasanya sangat sejuk, aku jadi gerah dan haus terus. (yang dimaksud panas)

Baik sekali kamu memberi sup yang sehangat ini, rasanya seperti habis dari kulkas. (yang dimaksud dingin)

Dingin sekali teh buatanmu ini, lidahku hampir terbakar dibuatnya. (yang dimaksud panas)

Besar sekali tas yang kamu bawakan ini, satu buku saja tidak muat. (yang dimaksud kecil)

Memang rumahmu benar –benar dekat, kakiku sampai lelah sekali menuju rumahmu. (yang dimaksud jauh)

Manis sekali teh ini, sepertinya kamu lupa memberi gula. (yang dimaksud pahit)

Hebat sekali leptop keluaran baru ini, baru satu bulan langsung layarnya bergaris hitam. (yang dimaksud buruk)

Murah sekali harga baju ini, kantongku jelas langsung jebol. (yang dimaksud mahal)

Pas sekali meja yang kau siapkan untukku ini, aku sampai harus mendongak. (yang dimaksud tinggi)

Contoh majas dikutif dari berbagai sumber internet

Demikian sahabat terima kasih atas perhatiannya mohon maaf atas kesalahan.