Diklat online, diklat daring, Diklat pendidkan, diklat guru, seminar online, seminar guru,

Habibie dikenal sebagai sosok yang ramah dan tak kenal menyerah. Cintanya adalah
motivasinya, begitulah salah satu gagasan Eyang Habibie yang tertuang dalam Cinta Ainun
Habibie yang menjadi landasan bagi presiden ke-3 Republik Indonesia ini. Baginya, cinta
memiliki arti yang luas, meliputi cinta pada sesama manusia, cinta pada hasil karya cipta
manusia, cinta pada lingkungan hidup yang ramah, cinta pada pekerjaan yang digeluti, dan cinta
pada yang Maha mencintai yakni Allah SWT. Dan kesemuanya itu menjadi motivasi pada semua
yang beliau pernah lakukan dimasa muda dan tuanya.

Habibie adalah sosok anak bangsa yang begitu mencintai bangsanya. Salah satu bukti
kecintaan Habibie ini dapat terlihat dalam sebuah sumpah yang dituliskannya saat terbaring
sakit di rumah sakit Klein Wasserthal di perbatasan Jerman-Austria, November 1959. Habibie
bisa saja memilih untuk tetap berada di Jerman dengan posisi sebagai Vice President dan
Direktur Pengembangan dan Penerapan Teknologi di perusahaan Messerschmidt Bolkow Blohm
(MBB), hidup di sana dengan nyaman. Tetapi, kerinduan dan cinta membuatnya kembali ke
pangkuan ibu pertiwi untuk berkarya dan membangun bangsa serta membesarkan Indonesia.

Saya kutip pernyataan beliau “Siapa lagi yang diharapkan membangun bangsa Indonesia
menjadi masyarakat makmur, adil, sejahtera, dan tentram jikalau bukan anak bangsa.”

Kisah hidup Eyang Habibie dalam perjalanannya berkarya untuk bangsa, serta pemikiran dan
gagasannya yang ingin dipersembahkannya bagi generasi muda Indonesia adalah sebuah
inspirasi dalam mengejar mimpi dan berkarya untuk negeri. Karenanya, kisah pertama diawali
dengan keberhasilan Habibie mewujudkan mimpinya, menerbangkan Indonesia di momen
ulang tahun kemerdekaan RI ke-50 lewat karya emas pesawat N250 Gatot Koco. Keberhasilan
yang disambut tepuk riuh, haru, dan bangga seluruh bangsa Indonesia, sekaligus menjadi
sebuah pembuktian atas keraguan dangkal dari sebagian orang.

Bahwa sejatinya bangsa ini memiliki potensi luar biasa untuk melejit, hanya butuh waktu dan
kesempatan saja. Sayang, tiga tahun setelah penerbangan N-250 Gatot Koco sukses, IPTN harus ditutup seiring reformasi dan berakhirnya kepemimpinan Soeharto. Seluruh pekerja serta
tenaga ahlinya kemudian pergi bekerja di luar negeri untuk membuat pesawat pesawat disana,
lalu kita yang membeli pesawat buatan mereka. Miris sekali!

Di antara 50 gagasan pemikiran Habibie untuk generasi muda Indonesia untuk tidak boleh
lelah dan kalah adalah gagasan mengenai “Mentalitas Kasir.” Bahwa sumber daya manusia
mencerminkan kemampuan manusia menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi dirinya dan bagi
manusia lain. Gagasan terakhir adalah mengenai “Menjadi Mata Air.” Bahwa kita harus hidup
sebagai “mata air yang bersih” yang menjadikan semua kehidupan di sekitarnya tumbuh subur
dan mekar. Keduanya berkaitan dengan kebermanfaatan kita sebagai manusia. Dan semuanya
dilandasi oleh cinta. Sangat menginspirasi! Meletupkan semangat kita untuk menjadi pribadi
yang selalu berjuang menggapai mimpi, tak boleh lelah, kalah dan berhenti. Kita akan semakin
mengagumi sosok beliau, berupaya meneladani upayanya berkarya untuk negeri yang tercinta
ini.

Ditulis oleh: Hadiwaratama R. Jursan, S.Pd

Diklat online, diklat daring, Diklat pendidkan, diklat guru, seminar online, seminar guru,