Diklat Online, Diklat Guru, Diklat Daring, Diklat Pendidikan, Seminar Online, Seminar Guru, Seminar Pendidikan

Saya akan mengawali tulisan ini dari sebuah postingan disebuah grup guru yang di dalamnya telah bergabung sekitar 32.000an guru se Indonesia, dalam potingan tesebut ada seorang guru yang menanyakan pada guru yang lainnya dengan pertanyaan” mana yang Anda pilih Guru kaya atau bahagia, dari jawabannya sebagian guru memilih bahagia daripada kaya, dan sebagian lainnya memilih bahagia dan kaya, dari pertanyaan yang diajukan memang kita harus memilih satu dari keduanya, apakah kaya atau bahagia.
Pertanyaan akan menentukan jawaban, sehingga pola pikir kita akan merespon salah satu di antara keduanya apakah kaya atau bahagia, padahal keduanya bisa menjadi pilihan jika kita merubah cara kita berpikir, keduanya sangat berhubungan namun tak identik, kalau ada guru yang memilih bahagia ketimbang kaya, cobalah tanyakan padanya apakah semakin ia miskin akan membuatnya semakin bahagia? Dan bagi yang memilih hidup bahagia tapi tak kaya tanyakan padanya dirinya mampukah ia membeli sesuatu tanpa memiliki kekayaan, dan apakah ketika ia sakit tak perlu membayarnya dengan kekayaan ?
Ketika kita menginginkan keduanya mulai saat ini harus kita ubah pola pikir kita, Ubah pola pikir yang mengatakan bahwa seorang guru yang kaya tapi tak bahagia atau seorang guru yang bahagia tapi tak kaya, sekarang harus kita ganti menjadi pernyataan kaya dan bahagia, bukan lagi pilihan kaya atau bahagia, yang kaya saja belum tentu bahagia apalagi yang miskin. Meskipun kebahagian tak bisa dibeli dengan kekayaan apalagi yang miskin sudah pasti tak mampu membelinya karena keterbatasan keuangannya.
Lalu apa yang dimaksud kaya bagi seorang guru ?
Kaya yang dimaksud disini bukan saja kaya secara materi, namun bagi sang guru kaya itu bisa berupa kaya ilmu, kaya pengalaman, kaya dengan karyanya dan lain sebagainya, sehingga seorang guru yang memilki kekayaan ini tentu akan menjadi guru yang sangat bahagia.
Dan apa makna kebahagian bagi seorang guru ?
Kebahagian buat sang guru adalah ketika ilmu yang diberikannya itu akan sangat bermanfaat buat anak didiknya, sehingga ilmunya itu akan menjadi warisan pahala yang tak akan pernah terputus meskipun guru tersebut telah tiada, ilmunya akan bermanfaat secara turun temurun dan akan menjadi passive pahala buat sang guru.
Nah selanjutnya bagaimana seorang guru dapat kaya juga bahagia
1.Ikhlaslah dengan apa yang telah engkau ajarkan
Meskipun ikhlas itu tak terdefinisi secara faktual nyatanya kita akan merasakan dampak dari ikhlas itu sendiri, dan ikhlas tak identik dengan menerima atau tidaknya materi, yang dapat belum tentu ikhlas dan begitu juga yang tak mendapatkannya belum tentu ikhlas juga, ketika sang guru ikhlas memberikan ilmunya secara obyektif tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya, ini tentu akan dirasakan oleh siswa, besar ataupun kecil yang diterima, bagi mereka yang ikhlas tentu tak akan ada pengaruhnya, meskipun ada beberapa teori yang mengatakan materi salah satu yang bisa meningkatkan motivasi, sekali lagi materi bukanlah tujuan namun hanya sebagai bentuk imbalan. Ketika materi itu sebagai tujuannya maka hatinya tak akan pernah puas menerimanya dan membuat dirinya senantiasa menuntut untuk selalu mendapakan yang lebih besar.
2. Selalu Bersyukur Dengan Sedikit atau Banyaknya Pendapatan
Ketika seorang guru mampu untuk senantiasa bersyukur itulah kebahagian sesungguhnya, betapa banyak mereka yang selalu menuntut dan tak pernah puas dengan pendapatan besar yang diterimanya, karena sejatinya bukan besar ataupun kecilnya pendapatan namun sudahkah kita mampu bersyukur atas semua pemberian Allah yang kita dapatkan, dan yakinlah bahwa semakin kita bersyukur maka Allah akan semakin menambah nikmatNya.
3. Sabar dan Teruslah Berusaha
Salah satu bentuk pemahaman yang harus diluruskan pada siapapun bahwa mereka sabar dengan sedikitnya pendapatan namun mereka berhenti untuk terus berusaha, bisa kita saksikan betapa banyak diantara guru yang menuntut untuk mendapatkan haknya yang lebih besar namun mereka berhenti untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih berharga, mereka malas untuk belajar, malas untuk menambah keahlian dan kemalasan-kemalasan lainnya, mereka lupa akan prinsipnya bahwa semakin berharga seseorang maka kita akan semakin kaya, lalu kenapa kita meminta dikayakan padahal kita sendiri tak membuat diri kita berharga.
4. Teruslah Mengembangkan Diri
Bagi seorang guru belajar dan mengajar mestilah senantiasa berjalan berbarengan, sehingga siapapun guru yang ingin terus berkembang maka ia harus selalu belajar, belajar itu sendiri tak mesti di tempat kuliah, ini dapat kita lakukan dengan membaca, ikut seminar dan lain sebagainya yang bisa menambah ilmu, dengan terus belajar guru tersebut akan terus mengisi dirinya dengan ilmu yang akan terus bermanfaat bagi orang lain.
5. Selalu Berdo’a padaNya
Do’a adalah senjata yang paling ampuh yang bisa digunakan kapanpun kita mau, seorang guru yang senantiasa berdo’a maka ia sesungguhnya telah bahagia kerana ia selalu dekat dengan pemberi kebahagian, do’a adalah bentuk hadiah yang paling indah, berdoa’alah untuk kebahagian dunia dan akhirat, berdoa’a untuk kebaikan peserta didik kita dan berdo’alah untuk kebaikan lainnya.
Seorang guru yang telah memilki kelima hal diatas sesungguhnya ia sudah menjadi kaya dan bahagia, kaya secara materi, kaya ilmu, dan berbahagia karena ilmunya telah bermanfaat untuk orang lain yang pahalanya akan terus mengalir baginya. Dan Jadilkanlah diri kita menjadi Guru yang kaya juga bahagia.

Ditulis Oleh : Riswanto, Ch, Cht, SE, MM

Diklat Online, Diklat Guru, Diklat Daring, Diklat Pendidikan, Seminar Online, Seminar Guru, Seminar Pendidikan