Diklat online, diklat guru, diklat pendidikan, seminar online, seminar guru, seminar pendidikan

Puisi adalah karangan sastra yang cara penulisannya terikat oleh bait, baris, irama sajak, keindahan kata dan isi. Kenapa disebut terikat? Ini disebabkan ketika puisi di tulis tidak diungkapkan panjang lebar seperti prosa. Sedangkan Esai merupakan hasil bedah dokumen buku, catatan sejarah, wawancara dari pelaku sejarah, baik pemikiran , ide, gagasan, dan konsep yang mencerahkan. Puisi dan esai juga dapat dikatakan suatu perkataan yang di tularkan dalam pendapat yang sifatnya membangkitkan. Terkadang memang ada beberapa kata didalam yang menggunakan istilah dalam sastra indonesia, namun dapat diartikan secara lebih luas. Puisi dan esai ini memicu pada perbincangan luas di berbagai kalangan pengamat dan pencinta sastra Indonesia. Di samping itu istilah puisi esai, yang juga ramai diperbincangkan publik tergantung dari isi dan bobot puisi esai yang terhimpun dalam buku puisi esai
tersebut.

Di Indonesia hanya jenis karangan puisi dan esai, menggabungkan karangan puisi dan esai dalam satu jenis karangan menjadi puisi esai yang kemudian mengklaimnya sebagai genre baru dalam sastra Indonesia. Diskusi seru yang diwarnai perdebatan panas di berbagai kalangan. Di tengah seru dan panasnya perdebatan genre baru puisi esai, para pendukung puisi esai mulai menulis dan terus menulis karya sastra jenis baru tersebut.

Salah satu dari 33 tokoh sastra Indonesia paling berpengaruh adalah Denny JA. Denny JA dinilai berpengaruh karena sebagai penggagas dan perintis penulisan puisi esai di Indonesia, dan ia layak disejajarkan dengan tokoh-tokoh sastra Indonesia lain, seperti Amir Hamzah, Sutan Takdir Alisjahbana, Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer, H.B. Jassin, Arief Budiman, dan Rendra. Bahkan pengaruh Denny JA dapat menggeser pengaruh puluhan tokoh sastra lain yang sudah dikenal luas, seperti Sitor Situmorang, Umar Kayam, Budi Darma, Danarto, Ahmad Tohari, dan lain-lain.

Istilah puisi esai saja masih ramai dipersoalkan dengan cara kasar oleh para penentang, tiba-tiba penggagas dan perintisnya Denny JA dimasukkan sebagai salah satu tokoh sastra paling berpengaruh di Indonesia. Ini yang membuat para penentang puisi esai dan Denny JA bertambah panas dan meradang. Kehebohan puisi esai meningkat tajam dan memasuki babak baru tahun 2018 ini. Kehebohan baru ini dipicu sang penggagas sekaligus dedengkot puisi esai Denny JA dan kawan-kawan yang menyelenggarakan gerakan nasional penulisan puisi esai tahun 2018. Masih banyak yang belum tahu bahwa telah terbit lebih dari 100 judul buku puisi esai yang ditulis oleh lebih dari 350 orang penyair sejak tahun 2012 sampai 2018, dan itu sudah cukup bukti valid telah lahir Angkatan Puisi Esai dalam sastra Indonesia. Agar semakin banyak orang Indonesia yang tahu, sadar, mengerti, dan memahami apa, mengapa, dan bagaimana puisi esai dan hal-hal lain berkaitan dengan puisi esai tersebut, maka editor bersama Denny JA merasa penting menerbitkan buku Antologi 50 Opini Puisi Esai Indonesia yang ada. Buku antologi merupakan kumpulan artikel opini yang ditulis oleh berbagai kalangan, berbagai latar belakang sosial, pendidikan, minat, jenis kelamin, umur, dan profesi.

Sejak semula memang ditargetkan 50 artikel opini yang terhimpun untuk diterbitkan dalam satu buku antologi, yang membahas atau meninjau puisi esai dari berbagai sudut pandang, dari berbagai bidang ilmu, dan dari berbagai perspektif setiap penulis opini berdasarkan pemahamannya tentang puisi esai. Potensi puisi esai dieksplorasi dan dieksploitasi dari berbagai sudut pandang dan persepektif yang tentunya sangat variatif dan menarik untuk di baca. Para penulis opini puisi esai inilah yang kemudian kedepannya menurut Denny JA, berpotensi besar untuk menjadi juru bicara puisi, semoga. Aamiin.

Diklat online, diklat guru, diklat pendidikan, seminar guru, seminar online, seminar pendidikan

Ditulis oleh : Hadiwaratam R. Jursan, S.Pd