Diklat Online, diklat daring, diklat guru, diklat pendidikan, seminar guru, seminar pendidikan, seminar online

Setiap orang pasti memilki keinginan agar kekayaannya   terus bertambah, meskipun ia sudah tidak bekerja secara langsung atas pekerjaaanya itu, dalam istilah saat ini dikenal dengan passive income, penghasilan yang terus bertambah tanpa kita terlibat secara langsung di dalamnya, tentu seseorang yang bisa memilikinya telah berkorban sebelum ia mendapatkan apa yang kini menjadi impiannya,  jika ia seorang pengusaha tentu ini  menjadi impiannya, hartanya terus bertambah dari waktu ke waktu.

Kalau kita pelajari secara mendalam apa yang bisa membuatnya demikian tentu akan kita dapati bahwa didalamnya ada sebuah sistem yang bekerja, sehingga sistem itulah yang mengedalikan semua itu, ia telah membuat orang lain mampu melakukan seperti apa yang ia inginkan, tentu diperlukan sebuah kerja cerdas, kerja yang bukan hanya mengandalkan otak dan tenaga sendiri tetapi juga ada bantuan dari pihak lain.

Lalu apa kaitannya dengan profesi sebagai guru, seperti yang kita ketahui bersama seorang guru yang kesehariannya bergulat dengan pendidikan, mengajar dan mencari ilmu. Seorang guru yang setiap harinya bertemu dengan murid dapatkah ia mendapatkan pahala yang terus bertambah meskipun ia sudah tidak lagi mengajar, mari kita sama-sama perhatikan sabda Nabi Muhammad SAW.

“ Apabila seorang anak Adam meninggal, putuslah amalnya, kecuali tiga perkara : sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat kepada orang lain, anak sholeh yang berdo’a untuknya.” (HR. Muslim)

Guru yang cerdas tentunya ia tak ingin bahwa ilmu yang diberikannya itu bukan hanya sekedar untuk menerapkan kurikulum yang telah sekolah miliki, tetapi juga ia akan berpikir bahwa ilmu yang diberikannya itu bisa memberatkan amalan kebaikannya kelak di akherat, sehingga ia akan berpikir lebih bagaimana ilmu yang diberikannya itu terdapat nilai-nilai kebaikan untuk peserta didiknya.

Lalu apa ciri-ciri bahwa ilmu yang kita berikan itu menjadi passive pahala ?

Pertama bagaimana agar ilmu yang kita berikan itu bernilai passive pahala yaitu kita ikhlas memberikannya, kita tak pernah mengingat kembali kebaikan yang telah kita berikan pada murid kita saat kita mendidik, ikhlas bukan berarti kita tak mendapatkan apa-apa tetapi ikhlas disini adalah tujuan utama kita mendidik adalah untuk mendapat keridhoanNya, niatan kita mendidik bukan semata-mata karena untuk mencari materi sebanyak-banyaknya, tetapi untuk mendapatkan keridhoanNya atas ilmu yang kita berikan

Kedua , ilmu yang kita berikan itu akan lebih mendekatkan peserta didik kita  kepada Tuhannya,  sebagaimana kita ketahui bahwa ilmu itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga sebaik-baik ilmu itu adalah ilmu yang bisa mendekatkan dirinya dengan Tuhannya, sebagai penerapannya yaitu apapun pelajaran yang kita ajarkan bahwa pelajaran itu membuat ia ingat akan Tuhannya, sebagai indikasinya bahwa ilmu yang kita ajarkan mendekatkan murid kita kepada Tuhan yang Maha Esa, bahwa murid kita akan lebih baik perilaku dan ibadahnya.

Ketiga, Ilmu itu adalah cahaya sehingga dengan kita memberikan ilmu murid kita akan merasakan adanya manfaat yang ia dapatkan dari ilmu tersebut, cahaya itu akan membimbing mereka kepada jalan kebaikan, adanya perubahan tingkah laku pada mereka, dengan ilmu itulah menjadikan mereka lebih baik secara intelektual juga akhlaknya.

Keempat, Ilmu yang ajarkan itu terus ada tidak terputus atau berhenti, lalu bagaimana caranya agar ilmu itu tidak terputus? Sebagai guru tentunya kita memilki seribu macam cara untuk menjawab pertanyaan ini, kita bisa mengkader atau di era teknologi yang canggih ini terdapat macam cara, misalkan kita menyebarkan ilmu tersebut di media massa dan media sosial, bisa juga ilmu itu dijadikan sebuah buku, audio ataupun video sehingga meskipun kita telah tiada ilmu itu masih tetap ada, Insya Allah.

Marilah kita sama-sama menjadikan ilmu kita sebagai passive pahala yang kelak ketika kita telah tiada ilmu itu akan tetap ada dan berkembang, jadilah guru yang yang memilki passive pahala.

Ditulis Oleh : Riswanto, Ch, Cht, SE, MM

Diklat Online, diklat daring, diklat guru, diklat pendidikan, seminar guru, seminar pendidikan, seminar online