Kemarin dan Hari ini !

0
220

Allah pergilirkan antara kesenangan dan kesusahan, kegembiraan dan kesedihan semua itu tidak lain sebagai ujian kepada hambanya, apakah ketika diberikan kesenangan hambanya bersyukur atau menjadi hamba yang sombong dan begitu pula ketika hambanya diberikan kesusahan Allah ingin mengujinya apakah ia bersabar atau malah menjadi hamba kufur terhadap nikmatnya

Belajar dari perjalanan hidup nabi Ayub As beliau dikenal dengan hamba Allah yang kaya, sholeh dan gemar berbagi, anak yang banyak, harta yang berlimpah semua dimilikinya, kesemua itu tak membuatnya terlena dan melupakan Allah, makin kaya nabi Ayub makin bersyukur, dan Allah terus menambahkan nikmatnya

Namun setan tak senang melihat nabi Ayub As yang sholeh itu dan ia berusaha untuk menjauhkan nabi Ayub As dari Allah dengan seizin Allah setan mengujinya dengan diambilnya harta, anak dan semua kekayaan nabi Ayub As, belum cukup sampai disitu nabi Ayub As juga diuji dengan penyakit yang begitu menjijikan hingga puluhan tahun

Berhasilkah setan menguji nabi Ayub As ?

Setan malah semakin merasa kesal bukan kepalang, makin diuji nabi Ayub As makin dekat dengan Allah, hartanya yang banyak habis, anak-anaknya yang banyak meninggal, dan penyakit yang dideritanya, justeru dengan makin bertubi-tubi ujian nabi Ayub As makin dekat dan giat beribadah tak henti hentinya ucapan syukur Alhamdulilah terus terucap di bibirnya

Akhirnya setan putus asa dan mengakui kesabaran dan kesholihan nabi Ayub As hingga akhirnya Allah mengembalaikan semua kekayaannya dan mengganti anak-anaknya hingga nabi Ayub As kembali mendapatkan semua kekayaaannya dan hidup lebih bahagia

Allah menguji setiap hambanya dan dengan ujian dan dengan ujian itulah menjadi titik tolak keberhasilan iman yang ada dalam dirinya, apakah ujiannya menjadikan dirinya makin dekat dengan Allah atau malah sebaliknya

Begitu pula dengan Qorun ia seorang yang sangat kaya dan termasuk orang terkaya di zamannya, namun sayang kekayaannya malah makin jauh dari Allah, ia gagal dengan ujian tersebut yang pada akhirnya ia dikenal dengan hamba Allah yang kikir dan kufur nikmat

Sejarah akan terus berulang polanya akan tetap sama Allah memberikan hambanya ujian jika hambanya lulus dengan ujian itu maka Dia akan memberikan balasan yang lebih baik namun jika hambanya gagal dengan ujian itu maka Allahpun akan memberikan balasan yang buruk kepadanya

Sejarah masa lalu jadi sebuah pelajaran bagi kita bahwa bukan hanya kita yang diuji, setiap yang hidup akan selalu diuji Allah, hanya satu tujuannya apakah kita lulus dengan ujian itu ataukah kita gagal dan menjadi hamba yang kufur

Kebahagian ataupun kesengsaraan adalah ujian yang selalu ada dalam hidup kita, mari belajar dari sejarah dan selayaknya kita bisa mengambil pelajaran dari sejarah masa lalu, apakah kita ingin menjadi hamba yang bersyukur atau hamba yang kufur ?

Dan hamba yang cerdas akan memilih untuk menjadi hamba yang bersyukur, apakah bersyukur diwaktu senang ataupun bersyukur diwaktu susah, semua adalah pilihan dan kita tak bisa lepas dari kedua pilihan tersebut……

Jika seorang hamba ibarat kendaraan maka ujian adalah halte sesaat yang akan dilewatinya……

Tak ada yang hidup luput dari ujianNya….

Prinsipnya makin diuji maka makin dekat dengan Allah……

Jadilah hamba-hamba Allah yang selalu bersyukur baik disaat senang ataupun sulit……

Ditulis oleh : Riswanto, Ch,Cht,Gr,SE,MM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here