Cermin Diri !

0
637

Kebun tetangga lebih hijau, benar kalau kita nggak merawat kebun kita dengan baik…hehehe

Sebuah ungkapan yang menggambarkan pribadi seorang yang selalu melihat orang lain lebih baik dan mengabaikan dirinya sendiri, orang lain lebih hebat, orang lain lebih kaya, orang lain lebih cantik dan kebanggaan-kebanggaan lainnya, selalu membandingkan orang lain dengan dirinya, selalu melihat diri lebih rendah dan kurang beruntung dibanding orang lain

Melihat orang lain lebih berharga dibanding dirinya, padahal apa yang nampak dimata belum tentu sesuai dengan realita kehidupannya, mungkin saja ia menampakan yang sebaliknya terjadi pada dirinya, akibatnya lahirlah prasangka buruk pada Tuhannya, merasa tuhan tidak adil pada dirinya, tuhan memberikan banyak kekurangan sedangkan orang lain diberikan banyak kelebihan

Prasangka-prasangka buruk akhirnya muncul dan timbulah yang namanya kufur nikmat, padahal belum tentu Allah memberikan kelebihan pada orang lain bukti bahwa Allah sayang padanya, dan sebaliknya belum tentu Allah memberikan kekurangan itu menandakan bahwa Allah benci pada orang tersebut

Jikalau kelebihan harta menjadi bukti kecintaan Allah pada seorang hamba maka tentulah fir’aun menjadi hamba yang dikasihi Allah

Jikalau kekurangan harta menjadi bukti kebencian Alllah maka nabi Ayyub adalah orang yang paling dibenci Allah
Kelebihan ataupun kekurangan merupakan ujian dari Allah pada seorang hamba, Allah mengujinya, ia akan lulus ujiannya manakala ia makin bersyukur atas kelebihannya dan bersabar atas kekurangan yang Allah berikan, itu artinya kekurangan dan kelebihan sama artinya disisi Allah yang membedakan adalah bagaimana respon keimanannya, disitulah imannya diuji

Sebagaimana dalam sebuah Hadits” Barang siapa yang hari ini lebih baik maka ia beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia rugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia celaka”

Itu artinya jika mau mengukur bagaimana diri kita apakah beruntung, merugi ataupun celaka, parameternya bukan diri kita dibandingan dengan orang lain, diri kita hari ini dengan diri kita hari kemarin, itulah yang sebenarnya perbandingan

Hari-hari yang kita lewati, detik, menit hingga tahun ke tahun adalah serangkain kehidupan yang akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT, kita terlalu sibuk dengan urusan orang lain hingga kita lupa urusan diri kita sendiri, ada sebuah ungkapan “ Uruslah aibmu sendiri hingga kamu lupa dengan aib orang lain”

Namun apa yang terjadi malah sebaliknya kita lebih mengerti aib orang lain dan lupa dengan aib sendiri, padahal jika Allah menampakan semua aib kita pastilah tak ada seorangpun yang mau berteman dan mendekat pada kita

Wahai diri apa yang sebenarnya engkau cari di dunia ini ? harta, tahta, ataupun wanita itu hanyalah kenikmatan semu yang kekal abadi adalah kehidupan akherat yang akan engkau temui….

Berbekalah untuk kehidupan yang lebih panjang dan abadi, dan sebaik-baik bekal adalah ketaqwaanmu pada Allah SWT….

Wallahu’alam Bishowab.

NB :
Untuk ikut seminar GRATIS

Klik aja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here